
Acara dimulai dengan penerimaan dari pihak sekolah, Setelah pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari Duta Kamtibmas Kota Langsa, yaitu Nurainy Latifah dan Muhammad Khairan Alif, perwakilan dari SMANTIG (SMA Negeri 3 Langsa) yang nantinya akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat Provinsi Aceh. Dalam pemaparannya, mereka menjelaskan apa itu Duta Kamtibmas, proses seleksi, peran, dan tanggung jawab yang mereka emban, termasuk menjadi contoh dalam berbicara santun, menghormati guru, menjauhi bullying, serta bijak bermedia sosial.
Muhammad Khairan Alif menyampaikan pesan inspiratif kepada siswa SMP Negeri 10 Langsa.
“Menjadi Duta Kamtibmas bukan tentang titel, tetapi tentang tanggung jawab untuk membawa kebaikan. Kami ingin mengajak adik-adik ikut peduli, tidak diam saat ada yang salah, dan berani melawan bullying.”
Duta putri, Nurainy Latifah, memberikan edukasi mengenai etika menggunakan media sosial. Ia mengingatkan bahwa jejak digital adalah identitas jangka panjang seseorang. Dalam paparannya ia mengatakan,
“Jangan takut bersuara dan jangan diam kalau melihat bullying. Mulai hari ini, SMP Negeri 10 Langsa wajib berani berkata: Stop bullying!”“Sebelum posting, pikirkan dampaknya. Kalau kata-kata itu menyakiti di dunia nyata, maka jangan sebarkan di dunia maya.” tambahnya.
Untuk menggambarkan dampak bullying, beliau memberikan contoh sederhana namun kuat:
“Kalau kamu mencubit dirimu sendiri itu sakit, maka kamu tidak boleh melakukan hal yang sama kepada orang lain.”
Beliau melanjutkan dengan pesan yang menekankan rasa hormat dan empati,
“Jangan pernah meremehkan siapa pun. Hari ini mungkin kamu biasa saja, tapi besok seseorang yang kamu remehkan bisa jauh lebih hebat darimu.”
Antusias siswa meningkat saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa mengajukan pertanyaan seputar keamanan digital, cyberbullying, batas bercanda, dan tindakan yang harus dilakukan jika menjadi korban atau saksi bullying.
Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama yang dipimpin Duta Kamtibmas:
✊ “SMP Negeri 10 Langsa — BERANI melawan bullying!”✊ “SMP Negeri 10 Langsa — BERANI berkata benar!”✊ “SMP Negeri 10 Langsa — BERANI menjaga sekolah aman dan saling menghargai!”
Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Langsa, Intan Yulini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap sinergi serupa dapat berlanjut.
“Kegiatan ini bukan hanya memberikan informasi tetapi membangun karakter. Kami sangat berterima kasih kepada Polres Langsa dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendampingi perkembangan perilaku dan digital siswa kami.”
Ipda Imran juga menegaskan bahwa tugas polisi bukan untuk menakuti, melainkan membimbing.
“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan kalian, tetapi untuk mengajak, membina, dan menjaga kalian agar tumbuh aman, baik, dan berkarakter. Jika kalian melihat bullying, jangan diam — laporkan. Diam berarti membiarkan.”
.jpeg)
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMP Negeri 10 Langsa berharap seluruh siswa dapat menerapkan pesan moral dan nilai disiplin yang diberikan, sehingga sekolah menjadi lingkungan yang aman, nyaman, saling menghormati, dan bebas dari bullying. (KR)